Selasa, 31 Mei 2016

visi misi dan tujuan uin suka

Uin-suka.ac.id
Visi - Misi - Tujuan Uin Suka

Visi:
Unggul dan Terkemuka dalam Pemanduan dan Pengembangan Keislaman dan Keilmuan bagi Peradaban.
Misi:
  1. Memadukan dan mengembangkan studi keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan dalam pendidikan dan pengajaran.
  2. Mengembangkan budaya ijtihad dalam penelitian multidisipliner yang bermanfaat bagi kepentingan akademik dan masyarakat.
  3. Meningkatkan peran serta institusi dalam menyelesaikan persoalan bangsa berdasarkan pada wawasan keislaman dan keilmuan bagi terwujudnya masyarakat madani.
  4. Membangun kepercayaan dan mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Tujuan:
  1. Menghasilkan sarjana yang mempunyai kemampuan akademis dan profesional yang integratif-interkonektif.
  2. Menghasilkan sarjana yang beriman, berakhlak mulia, memiliki kecakapan sosial, manajerial, dan berjiwa kewirausahaan serta rasa tanggung jawab sosial kemasyarakatan.
  3. Menghasilkan sarjana yang yang menghargai dan menjiwai nilai-nilai keilmuan dan kemanusiaan.
  4. Menjadikan Universitas sebagai pusat studi yang unggul dalam bidang kajian dan penelitian yang integratif-interkonektif.
  5. Membangun jaringan yang kokoh dan fungsional dengan para alumni.

Rabu, 25 Mei 2016

AYAT-AYAT AL-QUR'AN YANG TERBUKTI SECARA ILMIAH

AYAT-AYAT AL-QUR'AN YANG TERBUKTI SECARA ILMIAH
Alquran merupakan kitab suci yang sangat luar biasa. Karena di dalamnya terdapat banyak sekali menafaat dan ilmu pengetahuan. Meski banyak orang-orang kafir yang menuduh Alquran hanyalah sebuah ‘buku karangan‘ yang dikarang oleh Nabi Muhammad SAW, namun nyatanya semua itu mulai terbantahkan.
Kita, sebagai umat Islam pasti 100% meyakini bahwa Alquran adalah kitab suci yang memang langsung datang dari Allah untuk pedoman umat manusia dan membenarkan serta menyempurnakan kitab-kitab terdahulu (taurat, zabur, dan injil).
Menjawab tuduhan-tuduhan orang kafir yang menuduh bahwa Alquran itu hanyalah buku karangan Rasulullah, ternyata kita tidak perlu susah payah untuk membuktikannya. Karena Allah telah mempunyai cara tersendiri untuk membuktikannya. Saat ini kita bisa lihat bahwa banyak sekali ilmuwan-ilmuwan serta para peneliti kafir yang tercengang dengan hasil penelitian mereka sendiri.
Karena, hasil dari penelitian mereka ternyata cocok dan sesuai dengan apa yang ada di dalam Alquran, kitab yang sudah berumur 14 abad lebih ini ternyata memiliki keakuratan dan kesamaan dengan apa yang mereka temukan melalui penelitian ilmiah modern.
Hal inilah yang membuat banyak ilmuwan-ilmuwan kafir yang tadinya sangat antipati terhadap Islam bahkan sangat membenci Islam justru berbalik 180 derajat dan memilih menjadi seorang muslim karena memiliki keyakninan dengan apa yang dibawa oleh Muhammad ini (Alquran) adalah ajaran-ajaran yang datang langsung dari Tuhan.
Dan berikut ini adalah beberapa ayat-ayat Alquran yang sangat sesuai dan terbukti secara ilmiah.
1. Api di Dalam Laut
Di dalam Alquran surat Ath-Thur ayat 6 Allah SWT berfirman:
“Ada laut yang di dalam tanahnya ada api,” [QS “Ada laut yang di dalam tanahnya ada api,”]
Ayat diatas terbukti secara ilmiah, bahkan baru-baru ini Discovery mempublikasikan video yang berisi munculnya sebuah fenomena retakan di dasar lautan yang mengeluarkan lava (api) yang menyala-nyala. Bagi orang-orang yang tidak mempercayai firman Allah tersebut pasti akan menganggap bahwa hal tersebut hanyalah fenomena alam biasa yang terjadi karena faktor alamiah.
Namun, kita umat Islam tentu meyakini bahwa setiap fenomena alam yang terjadi pasti ada kekuatan yang mengatur dibaliknya. Dalam hal ini Allah-lah yang mengatur itu semua, karena hanya Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
2. Dua Lautan yang Terpisahkan
Dan kali ini, lagi-lagi ilmuwan dibuat tercengang dari apa yang sudah dikabarkan Alquran 14 abad silam. Dalam Alquran surat Ar-Rahman ayat 19-20, Allah SWT berfirman:
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,” [QS. Ar-Rahman ayat 19]
“antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” [QS. Ar-Rahman ayat 20]
Penelitian yang dilakukan oleh seorang Oceanografer asal Perancis ini mengungkap misteri dari surat Ar-Rahman ayat 19-20 tersebut. Peneliti bernama Jaques Yves Cousteau itu mengunkapkan bahwa penelitian tersebut dilakukan ketika ia dan tim melakukan eksplorasi bawah laut.
Pada saat itu, ia menemukan bahwa ada kumpulan air tawar yang tidak bercampur dengan air laut. Laut tersebut merupakan pertemuan Samudra Atlantik dan Mediterania. Pada saat menemukan hal menakjubkan tersebut, peneliti tersebut berujar, “‘Seolah-olah ada dinding yang membatasi kedua aliran air itu,” ujarnya.
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” [QS. Al-Furqan ayat 53]
Bahkan setelah mengetahui ayat ini, ilmuwan tersebut dikabarkan masuk Islam.
3. Jasad Fir’aun Masih Utuh
Kisah Fir’aun yang tenggelam di Laut Merah saat sedang mengejar Nabi Musa dan pengikutnya diabadikan di dalam Alquran. Fir’aun yang diyakini sebagai Ramsess II itu ditemukan dan diteliti oleh ilmuwan asal Perancis yang dipimpin oleh dokter Prof. Dr. Maurice Bucaille.
Dalam penelitian tersebut berhasil menemukan fakta bahwa terdapat sisa-sisa garam yang masih melekat pada jasad mumi tersebut sebagai bukti besar bahwa Firaun mati akibat tenggelam di dalam laut.
Selain itu diketahui juga perihal jasad yang dikeluarkan dari laut, dirawat, dan dijadikan mumi hingga dapat awet hingga sekarang. Namun sebelum penelitian ini diadakan, Alquran telah menjelaskan hal tersebut di dalam Alquran.
“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu (Fir’aun) supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” [QS. Yunus ayat 92]
4. Tumbuhan yang Bertasbih
Tumbuhan bertasbih? mungkin terdengar konyol apabila kita hanya melihat tumbuhan sebagai makhluk hidup yang bahkan tidak bisa berbicara sama sekali, namun mari kita baca pengakuan dari Prof. William Brown yang telah meneliti tumbuhan dan ia menemukan kebenaran dari Alquran.
“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” [QS. Al-‘Isrā’ ayat 44]
Hasil penelitian tersebut dipublikasikan di majalah sains ternama, Journal of Plant Molecular Biologies. Setelah menemukan hasil penelitian tersebut, Prof. William Brown menegaskan bahwa dirinya memeluk Islam.
5. Siklus Air
Darimana air berasal? menurut penelitian modern menerangkan bahwa sebelum hujan terbentuk, terdapat beberapa tahap yaitu: ‘bahan baku’ hujan naik ke udara, kemudian terbentuklah awan, dan hingga turunlah hujan yang bisa kita lihat dan rasakan.
Dan hal ini sangat bersesuaian dengan firman Allah SWT:
“Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” [QS. Ar-Rum ayat 48]

6. Proses Penciptaan Manusia
Seorang ilmuwan bernama Dr. Keith L. Moore terkejut setelah hasil penelitiannya ternyata sudah tercatat didalam Alquran. Ia adalah seorang profesor yang terkenal karena literatur tentang Anatomi dan Embriologi hasil penelitiannya menjadi buku pegangan kedokteran di seluruh dunia dan digunakan oleh para ilmuwan, dokter, fisioterapi dan siswa seluruh dunia.
Pada suatu ketika saat ia berada di Arab Saudi, ia didekati oleh sekelompok mahasiswa yang menunjukkan ayat-ayat Alquran tentang penciptaan manusia kepadanya. Betapa terkejutnya ia saat salah seorang mahasiswa menunjukkan ayat tersebut dan menafsirkan artinya kepada Keith L. Moore, ternyata apa yang ada di dalam ayat tersebut adalah sebuah fakta ilmiah yang baru saja ia temukan.
Tahukah Anda? surat apa dan ayat berapa yang Dr. Keith L. Moore baca? ia membaca surat Al-Mu’minūn ayat 13-14.
“Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).” [QS. Al-Mu’minūn]
“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” [QS. Al-Mu’minūn ayat 14]

7. Segala Sesuatu Berpasang-pasang
“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” [QS. Ya-Sin ayat 36]
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” [QS. Ads-Dzariyat ayat 49]
Menurut ayat ini, Allah telah menciptakan segala sesuatunya secara berpasangan, termasuk berbagai partikel yang ada di bumi. Seorang ilmuwan asal Inggris, Paul Dirac, berhasil melakukan penelitian yang membuktikan bahwa materi diciptakan secara berpasangan (terdapat proton dan neutron dalam elektron). Penemuannya dinamakan ‘Parite’. Dia memperoleh Nobel di bidang fisika pada tahun 1933 karena penemuannya itu.
Itulah beberapa ayat Alquran yang sangat sesuai dengan hasil penelitian ilmiah modern saat ini. Sebenarnya masih banyak lagi yang lainnya, mungkin lain waktu akan kami buatkan artikel yang sama. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan dan membuat Anda menjadi makintau.

sumber :
http://www.makintau.com/2015/05/ayat-ayat-alquran-ini-terbukti-secara-ilmiah.html

GEMPA BUMI DALAM PERSEPEKTIF ISLAM

GEMPA BUMI DALAM PERSEPEKTIF ISLAM

   

   A.     Teori Gempa Bumi dalam Pandangan Islam

Salah satu ilmuwan dan seorang dokter dari umat muslim yaitu Ibnu Sina, ia menyapaikan pemikirannya tentang gempa bumi. Ia mengutip beberapa pemikiran tentang gempa bumi yang berasal dari para ilmuwan Yunani, ia mengutip gempa bumi terjadi karena tekanan gas yang tersimpan di dalam bumi berusaha keluar dari bumi.
Namun, ia tidak sepenuhnya sependapat dengan pandangan para ilmuwan Yunani tersebut. Ia menentang dengan memberikan penjelasan dengan teoriya sendiri dan mengembangkan teorinya sendiri. Ibnu Sina mengungkapkan, gempa terkait dengan tekanan besar yang terperangkap dalam rongga udara yang ada di dalam bumi. Tekanan ini, bisa datang dari air yang masuk ke dalam rongga bumi dan menghacurkan sejumlah bagian bumi.
Dalam esainya, Ibnu Sina memberikan sebuah pemikiran untuk mengurangi dampak gempak terjadinya gempa bumi dengan membuat sumur agar tekanan gas di dalam tanah menurun. Sehingga getaran akibat gempa bumi berkurang.
Beberapa sejarawan mengatakan, setelah abad ke-10 dan ke-11 teori para ilmuwan Muslim tentang penyebab gempa lebih menekankan pada sisi religius. Mereka berpikir bahwa gempa merupakan fenomena alam yang telah ditetapkan Tuhan. Namun, pendapat lain mengemuka, para ilmuwan Muslim mengadopsi filsafat logika dan fisik, untuk menjelaskan penyebab terjadinya gempa bumi sejak abad ke-10. Pendekatan itu, agak dihindari menjelang periode berakhirnya kekuasaan Mamluk.
Sejumlah ilmuwan lain dalam periode klasik Islam yang menulis tentang gempa bumi, antara lain, Al-Biruni, Ibnu Rusyd, Jabir bin Hayyan. Mereka membahas gempa bumi dalam buku yang mereka tulis dalam bidang meteorologi, geografi, dan geologi.

    B.     Proses Terjadinya Gempa Bumi Menurut Penyebabnya

Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan terjadi. Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km. Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau ekstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.

Ada 5 (lima) jenis gempa bumi yang dapat dibedakan menurut terjadinya, yaitu: Gempa Tektonik, Gempa Vulkanik, Gempa Runtuhan, Gempa Jatuhan, dan Gempa Buatan.
Gempa Tektonik
Seperti diketahui bahwa kulit bumi terdiri dari lempeng lempeng tektonik yang terdiri dari lapisan lapisan batuan. Tiap tiap lapisan memiliki kekerasan dan massa jenis yang berbeda satu sama lain. Lapisan kulit bumi tersebut mengalami pergeseran akibat arus konveksi yang terjadi di dalam bumi.
Gempa Vulkanik
Sesuai dengan namanya gempa vulkanik atau gempa gunung api merupakan peristiwa gempa bumi yang disebabkan oleh tekanan magma dalam gunung berapi. Gempa ini dapat terjadi sebelum dan saat letusan gunung api. Getarannya kadang-kadang dapat dirasakan oleh manusia dan hewan sekitar gunung berapi itu berada. Perkiraaan meletusnya gunung berapi salah satunya ditandai dengan sering terjadinya getaran-getaran gempa vulkanik.
Gempa Runtuhan
Gempa runtuhan atau terban merupakan gempa bumi yang terjadi karena adanya runtuhan tanah atau batuan. Lereng gunung atau pantai yang curam memiliki energi potensial yang besar untuk runtuh, juga terjadi di kawasan tambang akibat runtuhnya dinding atau terowongan pada tambang-tambang bawah tanah sehingga dapat menimbulkan getaran di sekitar daerah runtuhan, namun dampaknya tidak begitu membahayakan. Justru dampak yang berbahaya adalah akibat timbunan batuan atau tanah longsor itu sendiri.
Gempa Jatuhan
Bumi merupakan salah satu planet yang ada dalam susunan tata surya. Dalam tata surya kita terdapat ribuan meteor atau batuan yang bertebaran mengelilingi orbit bumi. Sewaktu-waktu meteor tersebut jatuh ke atmosfir bumi dan kadang-kadang sampai ke permukaan bumi. Meteor yang jatuh ini akan menimbulkan getaran bumi jika massa meteor cukup besar. Getaran ini disebut gempa jatuhan, namun gempa ini jarang sekali terjadi. kawah terletak dekat Flagstaff, Arizona, sepanjang 1,13 km akibat kejatuhan meteorite 50.000 tahun yang lalu dengan diameter 50 m.
Gempa Buatan
Suatu percobaan peledakan nuklir bawah tanah atau laut dapat menimbulkan getaran bumi yang dapat tercatat oleh seismograph seluruh permukaan bumi tergantung dengan kekuatan ledakan, sedangkan ledakan dinamit di bawah permukaan bumi juga dapat menimbulkan getaran namun efek getarannya sangat lokal.

    C.    Gempa Bumi dan Ayat – ayat Al – Quran

Beberapa ayat dalam Al – Quran tentang gempa yang termasuk dalam bencana yang telah dijelaskan oleh Allah SWT di dalam Al – Quran.
1.      Q.S. Al – An’aam (65)
                        Yang artinya :
Katakanlah: " Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)."

2.      Q.S. Al – A’raaf (155)
Yang artinya :
Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: "Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya."
3.      Q.S Al 'Ankabuut (37)
Yang artinya :
Maka mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.

Masih hangat dalam benak kita gempa yang terjadi di Padang, Sumatra Barat gempa pada tanggal 30 September 2009 telah meluluh lantahkan ranah minang. Sehari setelah terjadinya gempa tersebut, tersebar sms yang menghubung – hubungkan waktu terjadinya gempa bumi di Padang itu dengan Ayat – ayat Al – Quran.
Gempa Padang terjadi pada pukul 17.16, coba kita lihat Q.S. 17.16
Q.S. Al – Israa’ (16)
Yang artinya:
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
Lalu terjadi gempa susulan pada pukul 17.58, coba kita buka surat ke 17 ayat 58.
Yang artinya :
Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).
Lalu kita lihat ayat di dalam Al – Quran yang terdapat pada  nomer surat dan ayat yang sama dengan tanggal pada hari terjadinya gempa tersebut.
Gempa di Padang terjadi pada tanggal 30/09/09, coba kita buka ayat tersebut.
Yang artinya :
Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebihkuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.
Tiga ayat di atas, yang berkaitan dengan waktu kejadian gempa di Sumbar, berbicara perihal azab Allah yang  berupa kebinasaan suatu penduduk negeri. Bahwa kebinasaan dan kehancurannya disebabkan oleh tingkah laku penduduknya yang telah melakukan kedurhakaan kepada Allah. Bukan Allah berlaku dzalim terhadap mereka, tapi merekalah yang telah mendzalimi diri mereka sendiri.

sumber : http://islamsainsituindah.blogspot.co.id/2013/01/gempa-bumi-dalam-persepektif-islam_14.html

Penciptaan manusia menurut Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Penciptaan manusia menurut Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
      Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Sebagaimana dalam firman-Nya QS.At-Tin ayat 4:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
“Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Manusia juga adalah makhluk yang paling mulia dibandingkan makhluk-makhluknya yang lain, “ Kepada masing-masing  baik golongan ini maupun golongan itu kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Ttuhanmu tidak dapat dihalangi.” (Al-Isra: 20).
a.       Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)
Di dalam Al Qur’an, dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya : "Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah". (QS. As Sajdah  : 7)
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". (QS. Al Hijr : 26)
b.      Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa)
Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-pasangan. Demikian halnya dengan manusia, Allah berkehendak menciptakan lawan jenisnya untuk dijadikan kawan hidup (istri).
Adapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam surat An Nisaa’ ayat 1 :
"Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang sangat banyak..." (QS. An Nisaa’: 1)
Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan : "Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam" (HR. Bukhari-Muslim)
                Ayat-ayat diatas mengandung makna bahwa untuk manusia Allah menjadikan pasangannya dari jenis yang sama sehingga dapat terjadi rasa ketertarikan antara yang satu dengan yang lainnya untuk berkembang biak.
                Apabila kita amati proses kejadian manusia kedua ini, maka secara tidak langsung hubungan manusia laki-laki dan perempuan melalui perkawinan adalah usaha untuk menyatukan kembali tulang rusuk yang telah dipisahkan dari tempat semula dalam bentuk yang lain. Dengan perkawinan itu maka akan lahirlah keturunan yang akan meneruskan generasinya.
c.       Proses Kejadian Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa)
Kejadian manusia ketiga adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa a.s. Dalam proses ini disamping dapat ditinjau menurut Al Qur’an dan Al Hadits dapat pula ditinjau secara medis. Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dijelaskan secara terperinci melalui firman-Nya diatas, yaitu surat Al-Mu’minun ayat 12-14.
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik" (QS.Al-Mu’minun 12-14)
Kemudian dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda : "Telah bersabda Rasulullah SAW dan dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya seorang diantara kamu dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya (embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong daging. Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya (untuk menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya, ajal (umurnya), amalnya, dan buruk baik (nasibnya)." (HR. Bukhari-Muslim).
                Al-Ghazali mengungkapkan proses penciptaan manusia dalam teori pembentukan (taswiyah) sebagai suatu proses yang timbul di dalam materi yang membuatnya cocok untuk menerima ruh. Materi itu merupakan sari pati tanah liat nabi Adam a.s. yang merupakan cikal bakal bagi keturunannya. Cikal bakal atau sel benih (nuthfah) ini yang semula adalah tanah liat setelah melewati berbagai proses akhirnya menjadi bentuk lain (khalq akhar) yaitu manusia dalam bentuk yang sempurna. Tanah liat berubah menjadi makanan (melalui tanaman dan hewan), makanan menjadi darah, kemudian menjadi sperma jantan dan indung telur. Kedua unsur ini bersatu dalam satu wadah yaitu rahim dengan transformasi panjang yang akhirnya menjadi tubuh harmonis (jibillah) yang cocok untuk menerima ruh. Sampai di sini prosesnya murni bersifat materi sebagai warisan dari leluhurnya. Kemudian setiap manusia menerima ruhnya langsung dari Allah disaat embrio sudah siap dan cocok menerimanya. Maka dari pertemuan antara ruh dan badan, terbentuklah makhluk baru manusia.
                Ungkapan ilmiah dari Al Qur’an dan Hadits 15 abad silam telah menjadi bahan penelitian bagi para ahli biologi untuk memperdalam ilmu tentang organ-organ jasad manusia. Selanjutnya yang dimaksud di dalam Al Qur’an dengan "saripati berasal dari tanah" sebagai substansi dasar kehidupan manusia adalah protein, sari-sari makanan yang kita makan yang semua berasal dan hidup dari tanah. Yang kemudian melalui proses metabolisme yang ada di dalam tubuh diantaranya menghasilkan hormon (sperma), kemudian hasil dari pernikahan (hubungan seksual), maka terjadilah pembauran antara sperma (lelaki) dan ovum (sel telur wanita) di dalam rahim. Kemudian berproses hingga mewujudkan bentuk manusia yang sempurna (seperti dijelaskan dalam ayat diatas).
                Para ahli dari barat baru menemukan masalah pertumbuhan embrio secara bertahap pada tahun 1940 dan baru dibuktikan pada tahun 1955, tetapi dalam Al Qur’an dan Hadits yang diturunkan 15 abad lalu hal ini sudah tercantum. Ini sangat mengagumkan bagi salah seorang embriolog terkemuka dari Amerika yaitu Prof. Dr. Keith Moore, beliau mengatakan "Saya takjub pada keakuratan ilmiyah pernyataan Al Qur’an yang diturunkan pada abad ke-7 M itu". Selain itu beliau juga mengatakan, "Dari ungkapan Al Qur’an dan hadits banyak mengilhami para scientist (ilmuwan) sekarang untuk mengetahui perkembangan hidup manusia yang diawali dengan sel tunggal (zygote) yang terbentuk ketika ovum (sel kelamin betina) dibuahi oleh sperma (sel kelamin jantan).
                Manusia terbentuk dari dua unsur diantaranya dari tanah dan dari tiupan luhur dari Allah SWT. Islam berpendapat bahwa bahan dasar kakek moyang manusia itu dari tanah, sementara bahan dasar kita ini adalah sperma yang hina. Hanya saja Allah SWT telah meniupkan roh-Nya. Di dalam diri kita, ada kehinaan dan ada pula kemuliaan. Tidak mungkin bisa dikatakan bahwa manusia itu hewan yang kotor. Bahkan, dia dimuliakan dengan tiupan Allah SWT.
                Allah SWT telah menciptakan kakek moyang kita dengan tangan-Nya. Allah SWT juga memerintahkan para malaikat untuk sujud kepada-Nya. Hal yang lain adalah bahwa manusia lemah karena tercipta dari tanah yang dibasahi yang kemudian menjadi tanah liat, berbentuk, dan menjadi tanah liat yang kering. Tanah liat kering itu dibiarkan hingga mengering dan menjadi seperti tembikar. Seandainya tidak ada tiupan Allah SWT, tentu tembikar itu menjadi patung yang tak bernilai.
      Pandangan Islam tentang teori Evolusi Manusia
Teori ini di cetuskan oleh Charles Robert Darwin (1809-1882) Dua inti pokok dari teori darwin : 
1.      Spesies yang hidup di masa sekarang berasal dari makhluk hidup yang berasal dari masa lampau. 
2.      Evolusi terjadi karena adanya proses seleksi alam (natural selections)  Pengertian dan arti definisi seleksi alam adalah seleksi yang terjadi pada individu-individu yang hidup di alam, sehingga individu yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut akan terus hidup dan beranak pinak, sedangkan yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan alam lingkungan sekitarnya akan musnah dan hilang dimakan waktu.
           Berdasarkan penemuan fosil-fosil oleh para ilmuan berpendapat bahwa asal usul manusia sesuai dengan teori evolusi merupakan hasil evolusi dari kera-kera besar (manusia kera berjalan tegak) selama bertahun-tahun dan telah mencapai bentuk yang paling sempurna.Teorievolusi ini dipelopori oleh seorang ahli zoologi bernama Charles Robert Darwin (1809-1882). Dalam teorinya ia mengatakan: “Suatu benda (bahan) mengalami perubahan dari yang tidak sempurna menuju kepada kesempurnaan”.Kemudian ia memperluas teorinya ini hingga sampai kepada asal-usul manusia.
           Teori ini mempunyai kelemahan karena ada beberapa jenis tumbuhan yang tidak mengalami evolusi dan tetap dalam keadaan seperti semula. Seperti ganggang biru yang diperkirakan telaada lebihdari satu milyar tahun namun hingga sekarang tetap sama. Yang lebih jelas lagi adalah hewan sejenis biawak atau komodo yang telah ada sejak berjuta-juta tahun yang lalu dan hingga kini tetap ada. Jadi secara jujur dapat kita katakan bahwa teori yang dianggap ilmiah itu ternyata tidak mutlak karena antara teori dengan kenyataan tidak dapat dibuktikan.
           Lain halnya dengan apa yang tertulis dalam kitab, khususnya Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an jika dipandukan dengan hasil penelitianilmiah menemukan titik temu mengenai asal usul manusia ini.Terwujudnya alasemesta ini berikut segala isinya diciptakaolehAllah dalam waktu enam masa. hal ini sesuai dengan firman Allah :
“Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam diatas Arsy (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah itu kepada Yang Maha Mengetahui.” (QS. Al Furqan (25) : 59)
           Keenam masa itu adalah Azoikum, Ercheozoikum, Protovozoikum, Palaeozoikum, Mesozoikum, dan Cenozoikum. Dari penelitian para ahli, setiap periode menunjukan peubahan danperkembangan yang bertahab menurut susunan organisme yang sesuai dengan ukuran dan kadarnya masing-masing (tidak bervolusi).